Rambut gembel membawa rejeki, itulah salah satu ungkapan yang tepat untuk warga dataran tinggi dieng di banjarnegara. Anak gimbal menjadi istimewa dan bisa menyulap daerah mereka dari daerah sentra pertanian kentang menjadi daerah tujuan wisata favorite.

Anak gimbal oleh warga sekitar disebut Bocah Bajang. Warna rambut anak-anak itu berwarna coklat, dan bila bentuk dan warna rambut anak itu kita amati, ternyata mengesankan rambut yang tidak terurus dan tidak terawat baik, mirip dengan gaya rambut bintang sepak bola kenamaan Belanda, Ruud Gullit. Namun “gaya” rambut anak-anak Dieng bukan buatan tetapi alami. Fenomena rambut gembel ini hanya dapat ditemukan pada masyarakat Wonosobo dan masyarakat yang hidup di lereng Gunung Sundoro.

Sejarah rambut gembel tidak terlepas dari sosok yang bernama “ Kyai Kolodete” yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat dieng. Anak gembel dipercaya sebagai tanda atau salah satu ciri masyarakatsekitarnya akan sejahtera. Semakin banyak anak gimbal maka dipercaya daerahnya akan semakin sejahtera sehingga mengakibatnya kehadiran anak yang berambut gembel menjadi bocah yang istimewa.

Terjadinya gembel diawali oleh gejala-gejala fisik, seperti sakit-sakitan, suhu tubuh yang terus bertambah panas melebihi suhu panas tubuh normal, juga Ngromet (Jawa) atau mengigau waktu tidur (gejala psikis).Dalam konteks medis panas ini merupakan proses masuknya suatu gangguan penyakit yang menyerang tubuh sianak. Namun dalam konteks “anak gembel” ini, yaitu “proses terjadinya rambut gembel” pada anak tersebut, bagaimana agar rambut yang telah gembel tadi menjadi normal kembali, agaknya memperlihatkan suatu hubungan yang aneh (baca mengandung kaitan-kaitan atau nisbah-nisbah misterius) yang barangkali hanya bisa dijelaskan berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat. Kepercayaan masyarakat setempat bahwa setelah pengobatan diberikan tetapi kondisi fisik anak itu tidak sembuh, maka gejala itu segera ditafsirkan oleh orang tuanya sebagai petunjuk bahwa “gembel” sedang dalam proses “menjadi”.

Ketika anak tersebut sudah menjadi “anak gembel “ maka perlakuan untuk menormalkan kembali rambutnya tersebut harus dengan ritual khusus. Proses ritual inilah yang menjadi daya tarik wisatawan dari penjuru nusantara untukmenyaksikan fenomena gabungan medis dan magis.

Jika anda penasaran maka anda bisa melihatnya pada acara “ Dieng Culture Festival “ yang diadakan setiap tahun oleh pemerintah sebagai agenda rutin tahunan.

Yuk, ke dieng bersama Keluarga dengan Layanan Hidenia